
Salah satu akun yang mem-posting foto tersebut adalah Nina Purwanti Ghassani di Facebook. Di sepeda motor itu, terlihat ada seorang pria yang mengendarai motor.
Di belakangnya ada seorang wanita yang memeluk seorang anak. Yang jadi perhatian adalah perempuan itu menggendong anak bayi di bagian belakang. Bahkan kaki bayi menyentuh pelat motor.
Dari segi safety riding, hal itu sangat berbahaya. Menurut Andry Berlianto, Instruktur Rifat Drive Labs sekaligus aktifitas keselamatan komunitas Safekids Indonesia, foto yang viral itu menggambarkan antara kepedulian dan ketidakpedulian orang tua yang tipis pembatasnya, plus ketidaktahuan orang tua seputar keselamatan berkendara.
Andry menegaskan, banyak efek buruk yang timbul akibat tindakan yang sangat berbahaya ini. Yang pertama, bayi tidak terpantau oleh penglihatan orang tua baik bapak yang mengendarai sepeda motor maupun ibu yang menjadi penumpang sepeda motor.
"Lalu bayi tidak terjaga maksimal dan ikatan rentan lepas atau potensi sesak nafas yang bisa dialami bayi," kata Andry kepada detikOto.
"Bayi bisa terganggu perkembangan selangkangan kaki ataupun pegal berlebih yang akan dialami si bayi. Lalu bagaimana jika si bayi terlepas atau terbentur objek lain," sambungnya.
Untuk itu, sekali lagi Andry menegaskan bahwa sepeda motor hanya dibuat untuk dua orang. Jika amat sangat memaksa, bayi bisa diletakkan di antara pengendara dan pembonceng dengan memberi jeda ruang yang cukup untuk bernafas.
"Pilih moda transportasi lain jika memungkinkan agar potensi kecelakaan dapat dikurangi," saran Andry. (rgr/ddn)